<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>DEDI AWALUDIN BASRI</title>
	<atom:link href="http://dedhylemot.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dedhylemot.wordpress.com</link>
	<description>SMK N2 PURWOKERTO</description>
	<lastBuildDate>Sun, 09 Mar 2008 04:13:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='dedhylemot.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>DEDI AWALUDIN BASRI</title>
		<link>http://dedhylemot.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://dedhylemot.wordpress.com/osd.xml" title="DEDI AWALUDIN BASRI" />
	<atom:link rel='hub' href='http://dedhylemot.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>BUKIT BATU DI KALIMANTAN TENGAH</title>
		<link>http://dedhylemot.wordpress.com/2008/03/04/bukit-batu-di-kalimantan-tengah/</link>
		<comments>http://dedhylemot.wordpress.com/2008/03/04/bukit-batu-di-kalimantan-tengah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Mar 2008 03:33:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dedhylemot</dc:creator>
				<category><![CDATA[potensi alam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dedhylemot.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Berada di atas Bukit Batu yang terletak di tengah hutan Kalimantan (Tengah), seperti berada di tempat yang mustahil. Berada di atas Bukit Batu dengan segera orang akan membayangkan dari mana batu-batu besar itu berasal, karena tidak mungkin batu-batu itu berasal dari Sungai Katingan yang jaraknya cukup jauh, yaitu sekitar 15 Km2. Kalau batu-batu itu bekas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dedhylemot.wordpress.com&amp;blog=2677066&amp;post=7&amp;subd=dedhylemot&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="left"><img src="http://www.tembi.org/jelajah/bukit_batu_kalimantan_tengah/1.jpg" align="left" border="0" height="179" hspace="5" vspace="5" width="252" /><font color="#000000"><font face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif"><font size="3">Berada di atas Bukit Batu yang terletak di tengah hutan Kalimantan (Tengah), seperti berada di tempat yang mustahil. Berada di atas Bukit Batu dengan segera orang akan membayangkan dari mana batu-batu besar itu berasal, karena tidak mungkin batu-batu itu berasal dari Sungai Katingan yang jaraknya cukup jauh, yaitu sekitar 15 Km2. Kalau batu-batu itu bekas dari puing-puing kerajaan, di Kalimantan Tengah tidak ada kerajaan yang berdiri karena merupakan daerah baru yang di buka dari hutan belantara. Berada di Bukit Batu seperti berada di satu tempat yang muskil terjadi. Karena Bukit Batu sulit dijelaskan melalui fenomena alam dan realitas historis, setidaknya seperti Borobudur misalnya, sehingga Bukit Batu menghadirkan sistem keyakinan tersendiri bagi masyarakat setempat dan mempunyai legenda untuk meneguhkan keberadaan Bukit Batu, yang sekaligus, legenda itu, berfungsi sebagai legitimasi.</font></font></font></p>
<p><span id="more-7"></span></p>
<p align="left"><font color="#000000"><font face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif"><font size="3">Nama Bukit Batu bukanlah nama asing bagi orang Kalimantan, setidaknya untuk Kalimantan Tengah. Memang, Bukit Batu terletak di desa Kasongan, Kecamatan Katingan, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Kisah yang bergulir pada masa silam, seorang yang bernama Burut Ules tinggal di desa Tumbang Linting. Burut Ules dikenal sebagai seorang yang mempunyai kemampuan spritual tingkat tinggi, yang dalam bahasa setempat disebut sebagai bakaji. Seperti halnya di Jawa ada kisah Djaka Tarub yang mengambil selendang salah satu bidadari yang sedang mandi di telaga kemudian mengawini bidadari tersebut. Kisah Burut Ules menyerupai hal itu. Dia, Burut Ules, mengambil besaluka yang di Jawa dikenal dengan nama jarik. Bukan hanya sekali dia melihat tujuh dara yang turun dari langit dan mandi di telaga yang berada di tengah hutan belantara yang sedang ia persiapkan sebagai tempat tinggal. Ketika dengan sengaja Burut Ules menunggu sambil sembunyi disemak-semak, tujuh dara yang dia tunggu turun dari langit menuju telaga setelah melepaskan seluruh pakaian semuanya mandi di telaga. Burut Ules tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, yang mungkin tidak akan datang lagi, pada saat para dara itu menginjak tanah untuk mengenakan pakaian, Burut Ules muncul dari semak-semak langsung memeluk buah hatinya, yang tak lain bungsu dari para bidadari.</font></font></font></p>
<p align="left"><font color="#000000"><font face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif"><font size="3">Singkat kisah, Burut Ules lalu mengawini dara bungsu itu dan untuk menjaga agar tidak kembali ke tempatnya, Burut Ules menyembunyikan pakaian dara yang dipersunting itu. Sampai pada klimaksnya, setelah keduanya bahagia mempunyai seorang anak, Burut Ules tidak bisa menerima kehadiran seorang anak muda, mamut menteng, yang dikenalkan istrinya sebagai saudaranya, lantaran terlalu sering pergi berduaan mandi di telaga dengan meninggalkan anaknya yang masih bayi, akhirnya Burut Ules membunuh pemuda itu. Mengerti akan hal itu, istri Burut Ules marah dan pergi meninggalkan suaminya dengan membawa serta anak laki-lakinya. Sebelum pergi istrinya sempat menyampaikan pesan, bahwa kelak kalau dewasa anak laki-lakinya akan kembali ke alam ayahnya karena dia tidak bisa tinggal di alam ibunya.</font></font></font></p>
<p align="left"><font color="#000000"><font face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif"><font size="3">Putri ketiga Tjilik Riwut, Theresia Nila Ambun Triwati Suseno dalam bukunya yang berjudul &#8220;Manaser Panatau Tatu Hiang, Menyelami Kekayaan Leluhur&#8221; menutup kisah Burut Ules dengan menulis: </font></font></font></p>
<p align="left"><i><font size="3"><font face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif"><font color="#000000">&#8220;Suatu hari di Teluk Derep, Tumbang Kasongan, terdengar suara gemuruh halilintar memekakkan telinga. Petir kilat sambar menyambar. Saat itu sebuah batu besar diturnkan dari langit. Diyakini bahwa anak Burut Ules yang telah gaib bersama istri pertamanya, saat itu telah dewasa. Sesuai janji, apabila telah dewasa ia akan kembali ke alam bapaknya bertempat tinggal, maka janji itu telah ditepati. Batu yang diturunkan dari langit kemudian terkenal dengan nama Bukit Batu dan diyakini sebagai tempat kediamannya, walau tak terlihat dengan mata jasmani, namun ia ada di sana sebagai Raja dan penguasa daerah tersebut…&#8221;</font></font></font></i></p>
<p align="left"><font color="#000000"><font face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif"><font size="3">Sebagaimana legenda yang tidak menunjuk waktu peristiwa. Legenda Burut Ules dan Bukit Batu juga tidak bisa dilacak waktu kejadiannya, tetapi diyakini sebagai sungguh terjadi. Kisah cerita itu mengidentifikasi &#8220;Bukit Batu&#8221; sebagai makhluk yang mempunyai jenis kelamin laki-laki.</font></font></font></p>
<p align="left"><font color="#000000"><font face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif"><font size="3">Dari Bukit Batu inilah kisah Tjilik Riwut mengawali jejak. Riwut Dahiang, ayah Tjilik Riwut, menginginkan mempunyai seorang anak laki-laki sebab setiap anaknya lahir laki-laki selalu meninggal. Di Bukit Batu Riwut Dahiang bertapa, dalam bahasa setempat disebut sebagai balampah untuk memohon kepada Hatalla (Tuhan) supaya mendapatkan anak laki-laki. Wangsit yang diperoleh dalam pertapaan itu ialah, bahwa anak laki-laki Riwut Dahiang yang akan dilahirkan kelak akan mengemban tugas khusus untuk masyarakat sukunya.</font></font></font></p>
<p align="left"><font color="#000000"><font face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif"><font size="3">Tjilik Riwut dalam masa pertumbuhannya hampir tidak pernah melupakan Bukit Batu. Dalam usia yang masih belia, Tjilik Riwut biasa pergi meninggalkan teman bermainnya untuk menuju Bukit Batu, yang jaraknya dari tempat tinggalnya sekitar 15 Km. Tjilik Riwut berjalan menuju Bukit Batu untuk melakukan apa yang dulu pernah dilakukan oleh ayahnya, Riwut Dahiang. </font></font></font></p>
<p align="left"><font color="#000000"><font face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif"><font size="3">Di Bukit Batu, seperti apa yang pernah dilakukan ayahnya, Tjilik Riwut melakukan apa yang disebut sebagai balampah (semedi, bertapa). Di tempat yang dianggap keramat itu Tjilik Riwut bersemedi untuk merenungkan kehidupannya. Dalam bertapa itu, lagi-lagi mendapat wangsit seperti yang pernah dialami oleh ayahnya. Wangsit yang pertama diperoleh ialah, supaya Tjilik Riwut menyeberang laut untuk menuju Pulau Jawa. Hampir sulit wangsit itu dilaksanakan, karena pada jaman itu, transportasi di Kalimantan masih sangat lemah untuk menuju Jawa, sehingga bisa dikatakan mustahil, apalagi harus ditempuh dari desa Kasongan di mana Tjilik Riwut lahir dan tinggal. Untuk pergi ke Banjarmasin yang terletak di pulau yang sama dengan Kalimantan, pada waktu itu bukan main susahnya.</font></font></font></p>
<p align="left"><font color="#000000"><font face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif"><font size="3">Bukit Batu sekarang dikenal dengan nama “Tempat Pertapaan Tjilik Riwut”. Letak Bukit Batu dari kota Palangka Raya, ibu kota Kalimantan Tengah sekitar 40 Km. Namun dari Kabupaten Katingan hanya sekitar 10 Km. Untuk menunu ke Bukit Batu dari Palangka Raya bisa menggunakan transportasi umum atau mobil pribadi. Hanya karena transportasi umum tidak terlalu sering, sehingga terasa lama dalam menunggu. Sebagai salah satu obyek wisata Kalimantan Tengah umumnya, dan di Kabupaten Katingan khususnya, belum dikelola secara memadai. Terlepas sebagai obyek wisata, Bukit Batu memilik “jejak sejarah” terhadap terbentuknya Kalimantan Tengah.</font></font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;"><font size="3">Daftar pustaka www.tembi.com</font></p>
<p><!--more--><code><!--more--></code></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dedhylemot.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dedhylemot.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dedhylemot.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dedhylemot.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dedhylemot.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dedhylemot.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dedhylemot.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dedhylemot.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dedhylemot.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dedhylemot.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dedhylemot.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dedhylemot.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dedhylemot.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dedhylemot.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dedhylemot.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dedhylemot.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dedhylemot.wordpress.com&amp;blog=2677066&amp;post=7&amp;subd=dedhylemot&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dedhylemot.wordpress.com/2008/03/04/bukit-batu-di-kalimantan-tengah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/caa0a508013b2de57e6846ef88b4c63d?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dedhylemot</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.tembi.org/jelajah/bukit_batu_kalimantan_tengah/1.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Dioda foto</title>
		<link>http://dedhylemot.wordpress.com/2008/02/19/dioda-foto/</link>
		<comments>http://dedhylemot.wordpress.com/2008/02/19/dioda-foto/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Feb 2008 08:57:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dedhylemot</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ilmu elektronika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dedhylemot.wordpress.com/2008/02/19/dioda-foto/</guid>
		<description><![CDATA[Dioda foto adalah jenis dioda yang berfungsi mendeteksi cahaya. Berbeda dengan dioda biasa, komponen elektronika ini akan mengubah cahaya menjadi arus listrik. Cahaya yang dapat dideteksi oleh dioda foto ini mulai dari cahaya infra merah, cahaya tampak, ultra ungu sampai dengan sinar-X. Aplikasi dioda foto mulai dari penghitung kendaraan di jalan umum secara otomatis, pengukur [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dedhylemot.wordpress.com&amp;blog=2677066&amp;post=5&amp;subd=dedhylemot&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><b>Dioda foto</b> adalah jenis <a href="http://dedhylemot.wordpress.com/wiki/Dioda" title="Dioda">dioda</a> yang berfungsi mendeteksi <a href="http://dedhylemot.wordpress.com/wiki/Cahaya" title="Cahaya">cahaya</a>. Berbeda dengan dioda biasa, komponen <a href="http://dedhylemot.wordpress.com/wiki/Elektronika" title="Elektronika">elektronika</a> ini akan mengubah cahaya menjadi arus listrik. Cahaya yang dapat dideteksi oleh dioda foto ini mulai dari cahaya <a href="http://dedhylemot.wordpress.com/wiki/Infra_merah" title="Infra merah">infra merah</a>, <a href="http://dedhylemot.wordpress.com/wiki/Cahaya_tampak" title="Cahaya tampak">cahaya tampak</a>, <a href="http://dedhylemot.wordpress.com/wiki/Ultra_ungu" title="Ultra ungu">ultra ungu</a> sampai dengan <a href="http://dedhylemot.wordpress.com/wiki/Sinar-X" title="Sinar-X">sinar-X</a>. Aplikasi dioda foto mulai dari <a href="http://dedhylemot.wordpress.com/wiki/Penghitung" title="Penghitung">penghitung</a> kendaraan di jalan umum secara otomatis, pengukur cahaya pada kamera serta beberapa peralatan di bidang medis.</p>
<div class="thumb tright">
<div style="width:142px;" class="thumbinner"><a href="http://dedhylemot.wordpress.com/wiki/Berkas:Photodiode_symbol.svg" title="Simbol dari dioda foto" class="image"><img border="0" width="140" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/2/2b/Photodiode_symbol.svg/140px-Photodiode_symbol.svg.png" alt="Simbol dari dioda foto" height="60" class="thumbimage" /></a></p>
<div class="thumbcaption">
<div class="magnify"><a href="http://dedhylemot.wordpress.com/wiki/Berkas:Photodiode_symbol.svg" title="Perbesar" class="internal"><img width="15" src="http://dedhylemot.wordpress.com/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" height="11" /></a></div>
<p>Simbol dari dioda foto</p>
</div>
</div>
</div>
<p>Alat yang mirip dengan Dioda foto adalah <b>Transistor foto</b> (Phototransistor). <b><a href="http://dedhylemot.wordpress.com/wiki/Transistor_foto" title="Transistor foto">Transistor foto</a></b> ini pada dasarnya adalah jenis transistor bipolar yang menggunakan kontak (junction) base-collector untuk menerima cahaya. Komponen ini mempunyai <b>sensitivitas</b> yang lebih baik jika dibandingkan dengan Dioda Foto. Hal ini disebabkan karena <a href="http://dedhylemot.wordpress.com/wiki/Elektron" title="Elektron">elektron</a> yang ditimbulkan oleh <a href="http://dedhylemot.wordpress.com/wiki/Foton" title="Foton">foton</a> cahaya pada junction ini di-injeksikan di bagian Base dan diperkuat di bagian Kolektornya. Namun demikian, <b>waktu respons</b> dari Transistor-foto secara umum akan lebih lambat dari pada Dioda-Foto.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dedhylemot.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dedhylemot.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dedhylemot.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dedhylemot.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dedhylemot.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dedhylemot.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dedhylemot.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dedhylemot.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dedhylemot.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dedhylemot.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dedhylemot.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dedhylemot.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dedhylemot.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dedhylemot.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dedhylemot.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dedhylemot.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dedhylemot.wordpress.com&amp;blog=2677066&amp;post=5&amp;subd=dedhylemot&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dedhylemot.wordpress.com/2008/02/19/dioda-foto/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/caa0a508013b2de57e6846ef88b4c63d?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dedhylemot</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/2/2b/Photodiode_symbol.svg/140px-Photodiode_symbol.svg.png" medium="image">
			<media:title type="html">Simbol dari dioda foto</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dedhylemot.wordpress.com/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Dioda Zener</title>
		<link>http://dedhylemot.wordpress.com/2008/02/19/dioda-zener/</link>
		<comments>http://dedhylemot.wordpress.com/2008/02/19/dioda-zener/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Feb 2008 08:43:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dedhylemot</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ilmu elektronika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dedhylemot.wordpress.com/2008/02/19/dioda-zener/</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah dioda biasanya dianggap sebagai alat yang menyalurkan listrik ke satu arah, namun Dioda Zener dibuat sedemikian rupa sehingga arus dapat mengalir ke arah yang berlawanan jika tegangan yang diberikan melampaui batas &#8220;tegangan rusak&#8221; (breakdown voltage) atau &#8220;tegangan Zener&#8221;. Dioda yang biasa tidak akan mengijinkan arus listrik untuk mengalir secara berlawanan jika dicatu-balik (reverse-biased) di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dedhylemot.wordpress.com&amp;blog=2677066&amp;post=4&amp;subd=dedhylemot&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah <a href="http://dedhylemot.wordpress.com/wiki/Dioda" title="Dioda">dioda</a> biasanya dianggap sebagai alat yang menyalurkan listrik ke satu arah, namun <b>Dioda Zener</b> dibuat sedemikian rupa sehingga arus dapat mengalir ke arah yang berlawanan jika tegangan yang diberikan melampaui batas &#8220;tegangan rusak&#8221; (breakdown voltage) atau &#8220;tegangan Zener&#8221;. Dioda yang biasa tidak akan mengijinkan <a href="http://dedhylemot.wordpress.com/wiki/Arus_listrik" title="Arus listrik">arus listrik</a> untuk mengalir secara berlawanan jika dicatu-balik (reverse-biased) di bawah tegangan rusaknya. Jika melampaui batas tegangan rusaknya, dioda biasa akan menjadi rusak karena kelebihan arus listrik yang menyebabkan panas. Namun proses ini adalah reversibel jika dilakukan dalam batas kemampuan. Dalam kasus pencatuan-maju (sesuai dengan arah gambar panah), dioda ini akan memberikan tegangan jatuh (drop voltage) sekitar 0.6 <a href="http://dedhylemot.wordpress.com/wiki/Volt" title="Volt">Volt</a> yang biasa untuk dioda <a href="http://dedhylemot.wordpress.com/wiki/Silikon" title="Silikon">silikon</a>. Tegangan jatuh ini tergantung dari jenis dioda yang dipakai. Sebuah <b>dioda Zener</b> memiliki sifat yang hampir sama dengan dioda biasa, kecuali bahwa alat ini sengaja dibuat dengan tengangan rusak yang jauh dikurangi, disebut tegangan Zener. Sebuah dioda Zener memiliki p-n junction yang memiliki doping berat, yang memungkinkan <a href="http://dedhylemot.wordpress.com/wiki/Elektron" title="Elektron">elektron</a> untuk tembus (tunnel) dari pita valensi material tipe-p ke dalam pita konduksi material tipe-n. Sebuah dioda zener yang dicatu-balik akan menunjukan perilaku rusak yang terkontrol dan akan melewatkan arus listrik untuk menjaga tegangan jatuh supaya tetap pada tegangan zener. Sebagai contoh, sebuah diode zener 3.2 Volt akan menunjukan tegangan jatuh pada 3.2 Volt jika diberi catu-balik. Namun, karena arusnya tidak terbatasi, sehingga dioda zener biasanya digunakan untuk membangkitkan tegangan referensi, atau untuk menstabilisasi tegangan untuk aplikasi-aplikasi arus kecil. Tegangan rusaknya dapat dikontrol secara tepat dalam proses doping. Toleransi dalam 0.05% bisa dicapai walaupun toleransi yang paling biasa adalah 5% dan 10%. Efek ini ditemukan oleh seorang fisikawan <a href="http://dedhylemot.wordpress.com/wiki/Amerika" title="Amerika">Amerika</a>, <a href="http://dedhylemot.wordpress.com/w/index.php?title=Clarence_Melvin_Zener&amp;action=edit" title="Clarence Melvin Zener" class="new">Clarence Melvin Zener</a>. Mekanisme lainnya yang menghasilkan efek yang sama adalah efek avalanche, seperti di dalam <a href="http://dedhylemot.wordpress.com/w/index.php?title=Dioda_avalanche&amp;action=edit" title="Dioda avalanche" class="new">dioda avalanche</a>. Kedua tipe dioda ini sebenarnya dibentuk melalui proses yang sama dan kedua efek sebenarnya terjadi di kedua tipe dioda ini. Dalam dioda silikon, sampai dengan 5.6 Volt, <a href="http://dedhylemot.wordpress.com/w/index.php?title=Efek_zener&amp;action=edit" title="Efek zener" class="new">efek zener</a> adalah efek utama dan efek ini menunjukan <a href="http://dedhylemot.wordpress.com/w/index.php?title=Koefisiensi_temperatur&amp;action=edit" title="Koefisiensi temperatur" class="new">koefisiensi temperatur</a> yang negatif. Di atas 5.6 Volt, efek avalanche menjadi efek utama dan juga menunjukan sifat koefisien temperatur positif. Dalam dioda zener 5.6 Volt, kedua efek tersebut muncul bersamaan dan kedua koefisien temperatur membatalkan satu sama lainnya. Sehingga, dioda 5.6 Volt menjadi pilihan utama di aplikasi temperatur yang sensitif. Teknik-teknik manufaktur yang modern telah memungkinkan untuk membuat dioda-dioda yang memiliki tegangan jauh lebih rendah dari 5.6 Volt dengan koefisien temperatur yang sangat kecil. Namun dengan munculnya pemakai tegangan tinggi, koefisien temperatur muncul dengan singkat pula. Sebuah dioda untuk 75 Volt memiliki koefisien panas yang 10 kali lipatnya koefisien sebuah dioda 12 Volt. Semua dioda di atas, tidak perduli berapapun tenganan rusaknya, biasanya dijual dinamakan <i>dioda Zener</i>. <a name="Pemakaian" title="Pemakaian" id="Pemakaian"></a></p>
<h2><span class="editsection">[<a href="http://dedhylemot.wordpress.com/w/index.php?title=Dioda_Zener&amp;action=edit&amp;section=1" title="Pemakaian">sunting</a>]</span> <span class="mw-headline">Pemakaian</span></h2>
<p>Dioda Zener biasanya digunakan secara luas dalam sirkuit elektronik. Fungsi utamanya adalah untuk menstabilkan tegangan. Pada saat disambungkan secara parallel dengan sebuah sumber tegangan yang berubah-ubah yang dipasang sehingga mencatu-balik, sebuah dioda zener akan bertingkah seperti sebuah <a href="http://dedhylemot.wordpress.com/w/index.php?title=Kortsleting&amp;action=edit" title="Kortsleting" class="new">kortsleting</a> (hubungan singkat) saat tegangan mencapai tegangan rusak diode tersebut. Hasilnya, tegangan akan dibatasi sampai ke sebuah angka yang telah diketahui sebelumnya.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dedhylemot.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dedhylemot.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dedhylemot.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dedhylemot.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dedhylemot.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dedhylemot.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dedhylemot.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dedhylemot.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dedhylemot.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dedhylemot.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dedhylemot.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dedhylemot.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dedhylemot.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dedhylemot.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dedhylemot.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dedhylemot.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dedhylemot.wordpress.com&amp;blog=2677066&amp;post=4&amp;subd=dedhylemot&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dedhylemot.wordpress.com/2008/02/19/dioda-zener/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/caa0a508013b2de57e6846ef88b4c63d?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dedhylemot</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wanita Terjun Bebas dari Lantai 8 UKM</title>
		<link>http://dedhylemot.wordpress.com/2008/02/14/wanita-terjun-bebas-dari-lantai-8-ukm/</link>
		<comments>http://dedhylemot.wordpress.com/2008/02/14/wanita-terjun-bebas-dari-lantai-8-ukm/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Feb 2008 01:04:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dedhylemot</dc:creator>
				<category><![CDATA[berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dedhylemot.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Kamis, 24 Januari 2008 &#124; 12:56 WIB BANDUNG, KAMIS-Seorang wanita tewas setelah lompat dari lantai 8 Gedung Administrasi Universitas Kristen Maranatha (UKM), Jalan Suria Sumantri, Bandung, Kamis (24/1) pukul 10.00 WIB. Anggi, petugas bagian customer service UKM yang dihubungi Kompas.com, Kamis (24/1), membenarkan peristiwa itu. &#8220;Jenazahnya sudah dibawa,tapi saya tidak tahu dibawa kemana,&#8221; ungkapnya. Menurut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dedhylemot.wordpress.com&amp;blog=2677066&amp;post=3&amp;subd=dedhylemot&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tanggal">Kamis, 24 Januari 2008 | 12:56 WIB</div>
<p><b>BANDUNG, KAMIS-</b>Seorang wanita tewas setelah lompat  dari lantai 8 Gedung Administrasi Universitas Kristen Maranatha (UKM), Jalan Suria Sumantri, Bandung, Kamis (24/1) pukul 10.00 WIB.</p>
<p>Anggi, petugas bagian customer service UKM yang dihubungi <i>Kompas.com</i>, Kamis (24/1), membenarkan peristiwa itu. &#8220;Jenazahnya sudah dibawa,tapi saya tidak tahu dibawa kemana,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Menurut Anggi, tidak ada yang mengetahui wanita tersebut bisa naik ke lantai delapan. Berdasarkan keterangan yang dikumpulkan <i>Kompas.com</i>, korban bernama Roroy Royani alias Yani Anggraeni, penduduk Garut.<b>(ROY)</b></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dedhylemot.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dedhylemot.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dedhylemot.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dedhylemot.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dedhylemot.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dedhylemot.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dedhylemot.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dedhylemot.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dedhylemot.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dedhylemot.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dedhylemot.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dedhylemot.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dedhylemot.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dedhylemot.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dedhylemot.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dedhylemot.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dedhylemot.wordpress.com&amp;blog=2677066&amp;post=3&amp;subd=dedhylemot&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dedhylemot.wordpress.com/2008/02/14/wanita-terjun-bebas-dari-lantai-8-ukm/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/caa0a508013b2de57e6846ef88b4c63d?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">dedhylemot</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
